Jumat, 05 Juli 2013

Korek Drag Suzuki Satria FU 260cc


1. Stroke 62 mm
Stroke diperoleh dengan cara menggeser big end sejauh 6,6mm.

2. Piston  menggunakan ukuran 73 mm
Ukuran ini termasuk besar. Jika dipadukan dengan stroke di atas, maka akan menghasilkan volume silinder sebesar 260cc. CC sekian sangatlah cukup untuk turun ke arena drag liar.
3. Karburator PJ 34
Karburator menggunakan Keihin PJ 34 yang seharusnya enak untuk motor 2 tak. Setting bisa lebih basah dengan menggunakan PJ 34.
4. Knalpot AHM Trioval
Knalpot freeflow AHM lebih nendang di putaran atas.
5. Klep 28mm (in) 24 (ex)
Klep bisa mengambil EE5 sebanyak 2 pasang. Ukuran in menggunakan 28mm dan ukuran out menggunakan 24mm.
6. Noken as custom
Durasi noken as 265º dan lifter dipertinggi dengan memapas pantat noken.
7. CDI BRT Imax Super Pro
Otak pengapian menggunakan BRT unlimiter.
8. Ratio diracik ulang.
Gigi rasio presneling diatur ulang agar akselerasi lebih terasa hingga gigi 6.
I (14-33)
II (16-23)
III (19-25)
IV (21-23)
V( 23-23)
VI (25-23)

Minggu, 21 April 2013

Korek Balap Yamaha Mio 155cc

1. Piston Hispeed dengan diameter 56mm & Stroke up 4mm
Untuk mendongkrak kapasitas dapur pacu menggunakan seher 56 mm buatan Hi Speed. Dipadukan dengan stroke yang sudah naik 4 mm. Hasilnya kapasitas silinder jadi 152,4 cc. Kepala seher dibentuk ulang agar menghasilkan rasio kompresi 13,5 : 1. Namun pinggir atas seher dibikin mendem 0,5 mm. Agar tidak bertabrakan dengan head.
2. Roller rata 7 gram untuk trek menurun, kombinasi untuk trek landai
Untuk menghadapi karakteristik yang cenderung turunan, roller sedikit dibikin berat. Bila track rata, komposisinya 6 roller terdiri dari 3 roller 6 gram dan 3 roller 7 gram. Sekarang dibikin jadi 7 rata.
3. Karburator PE28 reamer
Suplai bahan bakar menggunakan klep isap 28 mm dan sisa pembakaran dibuang lewat klep ex 24 mm. Pasokan gas bakar, pakai Keihin PE28 yang diremer jadi 30 mm. Dipadukan main-jet 118 dan pilot-jet 45.
4. Noken as custom
Pemasukan gas bakar diatur noken as standar. Tinggi bubungan dibikin 23,5 mm dan pinggang 17,5 mm. Durasi klep isap dan buang dibikin 270°. Klep isap membuka 30° sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 60° setelah TMB (Titik Mati Bawah). Sedang buang membuka 60° sebelum TMB dan menutup 30° setelah TMA.
5. Pengapian upgrade CDI dan busi
Pengapian masih mengandalkan magnet dan sepul standar. Timing pengpian dibikin advanced menggunakan CDI Bintang Racing Team I-Max, lalu dialirkan ke koil Yamaha YZ125, lantas dipercikan busi Denso Iridium.
6. Kemiringan pulley 13.5º
Pully CVT yang punya derajat kemiringan 14,5º diubah jadi 13,5º.

Korek Balap Satria R 145cc

1. Piston RGR oversize nol dengan diameter 61mm
Untuk memperbesar isi silinder cukup mengandalkan piston Suzuki RGR150. Seher RGR150 dipilih cukup yang masih oversize 0 yaitu 61 mm. Sudah cukup karena diameter standar Satria R120 yaitu 56 mm. Dari situ kapasitas mesinnya bisa dihitung. Dipadukan dengan langkah seher standar Satria 120 yaitu 49 mm. Hasilnya jadi 143 cc.
2. Lubang exhaust 24.5mm dari bibir atas
Selanjutnya membuat agar tarikan atasnya naik. Supaya didapat top speed yang meningkat tinggi. Lubang exhaust dipatok tinggi. Diukur dari bibir atas blok silinder, tinggi lubang buang yaitu 24,5 mm dan lebarnya 40 mm. Akibat lubang buang dikikis ke atas, bukan hanya membuat rasio kompresi turun. Berakibat tenaga di rpm bawah akan berkurang. Maunya gas harus panteng terus supaya tenaga tidak ngedrop.
3. Papas head 3.5mm
Supaya power bawahnya kembali meningkat, rasio kompresi harus dikatrol. Caranya head atau kepala silinder dipapas 3,5 mm. Selain itu, ruang bakar juga dibenahi demi mengejar akselerasi bawah. Lebar squish dibuat 9 mm dan kemiringannya dibikin 15 derajat.
squish 15º
4. Karburator Yamaha Force-1
Suplai gas bakarnya dipilih cara simpel. Manfaatkan karbu dari Yamaha Force-1 yang direamer hingga 24 mm.
5. Reed valve RX-Z
Selain itu reed valve atau katup buluh milik Yamaha RX-Z dipasangkan. Tetapi sebelum dipasangkan mesti mengalami pengurangan dagingnya setebal 2 mm.

Minggu, 09 Desember 2012

Korek Mesin Balap Yamaha Y125Z 130cc

1. Karbu PJ38 Solenoid.
Pilot jet 60 main jet 138. Kondisi solenoid di buat mati / non aktif tidak apa-apa.
2. CDI YZ125 Racing.
CDI yang dipakai berkode 4SS-T1
3. Korek Silinder Blok.
Lubang transfer dari 43mm (std) di ubah menjadi 42mm. Lubang exhaust dari 32mm (std) di ubah menjadi 27mm.
4. Head Blok custom.
Di papas 0.8mm dengan desain kubah 14º, 55mm, dengan nut 0.5mm, squish 9º, dan volume 12.2cc.
5. Piston dengan diameter 54.75mm.
Volume silinder berubah menjadi 128.8cc dengan stroke standar 54.7mm

Jumat, 16 November 2012

Korek Mesin Balap Satria FU 155cc

1. Piston dengan diameter 63.5mm.
Pemakaian piston oversize ini mampu membuat volume silinder pas menjadi 154.5cc. Rasio kompresi dibuat 12.4:1.


2. Karburator Koso 34mm.
Pilot jet 45 dan main jet 118.


3. CDI BRT Super I-Max.


4. Koil YZ125.


5. Noken As Custom Extreme.
Noken as yang digunakan memiliki durasi 265º (in) dan 260º (out) serta lift 8.1mm (in&out). Ini tergolong extreme karena noken FU biasanya hanya mampu dibuat lift 7.5mm (in/out).


6. Knalpot Standar Bobokan.

0 komentar:

Poskan Komentar